JAKARTA – Menurut salah satu penelitian mengenai proses tumbuh kembang anak, ditemukan bahwa proses perkembangan otak berpengaruh pada kecerdasan anak, baik secara emosional maupun intelegensia. Hal ini terjadi pada golden age, yakni antara satu sampai tiga tahun.
Karena itu, stimulasi secara sistemik dapat dilakukan oleh para orangtua. Namun ternyata selain menstimulasi menggunakan suara, musik, dan gerakan, rangsangan tersebut juga dapat dilakukan melalui desain interior pada kamar anak sejak usia balita.
Sebagaimana dikutip dari Galeri Arsitektur, Sabtu (27/2/2016), berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan oleh para orangtua pada interiornya agar memengaruhi tingkat kecerdasan anak.

  1. Warna dan Bentuk, Kombinasikan berbagai warna dan bentuk bangun pada kamar anak agar dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya. Hiasan pada kamar anak ini dapat berupa gambar tempel, wallpaper, ataupun digantungkan dekat dengan tempat tidurnya.
  2. Angka dan Huruf, Selain pengenalan warna dan bentuk, kenalkan juga anak balita pada angka dan huruf. Atur letaknya sedemikian rupa pada kamar anak sehingga ketika anak hendak berangkat tidur bisa distimulasikan terlebih dahulu. Tidak ada salahnya jika pada kamar anak diberi hiasan tempel yang berisi nama anak dengan kombinasi warna.
  3. Musik, Walaupun mungkin agak kontroversial, mengenalkan anak dengan rangsang suara berupa musik klasik ataupun terapi bunyi yang memiliki ritme sama dengan gelombang otak dan jantung juga dapat meningkatkan daya pikir anak dalam memecahkan suatu masalah.

sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/27/470/1322794/desain-interior-kamar-bisa-tingkatkan-kecerdasan-anak